10 Pemain yang Jadi Pembelian Terbaik Premier League

Bergulir pada musim 1992-1993, Premier League berkembang menjadi salah satu kompetisi sepakbola terbaik di Eropa bahkan dunia. Meskipun dalam peringkat yang disusun UEFA , Premier League berada di urutan ketiga di bawah La Liga dan Bundesliga, kasta tertinggi di sepakbola Inggris itu tetap dianggap yang teratas karena banyaknya bintang yang bermain di sana.

Gaji besar ditambah kesenangan bisa bermain di liga kompetitif membuat banyak pemain bintang mau bersaing di sana. Tak hanya pemain muda, banyak pemain senior yang berusia di atas 30 tahun masih berminat pamer kemampuan di Premier League.

Berikut 10 pemain senior dengan usia 30 tahun atau lebih yang jadi pembelian terbaik klub Premier League seperti mengutip dari 90min.com, Selasa (11/8/2015)

1. Gianfranco Zola

Didatangkan Chelsea dari Parma pada musim panas 1996, Gianfranco Zola dinilai sebagai pembelian terbaik Premier League, saat itu usianya telah memasuki 30 tahun. Semenjak kedatangannya, prestasi The Blues praktis meningkat berkat aksi yang dihadirkan penyerang berpaspor Italia itu. Beragam gelar berhasil dipersembahkan Zola bagi The Blues, di antaranya : Piala UEFA –kini Europa League– Piala Super Eropa, Piala FA dan Piala Liga.

Gianfranco Zola
foto: parmacalcio1913.com

2. Edwin van Der Sar

Setelah ditinggalkan Peter Schmeichel pada 1999, Manchester United seperti kesulitan mencari pengganti kiper asal Denmark tersebut. Mulai dari Fabian Barthez, Tim Howard dan Roy Carroll gagal menuntaskan harapan pelatih United kala itu, Sir Alex Ferguson.

Baru pada musim panas 2005 dahaga Red Army –sebutan fans United– akan kiper berkualitas terjawab. Sosok itu ialah Edwin van der Sar yang didatangkan dari Fulham saat usianya sudah menginjak angka 35. Selama enam musim membela Red Devils, mantan kiper Juventus itu tampil memukau dengan mempersembahkan empat titel Premier League dan satu trofi Liga Champions.

3. Claude Makelele

Claude Makelele didatangkan Chesea dari Real Madrid pada musim panas 2003, ia merupakan salah satu pemain yang digaet pada tahun pertama Roman Abramovich berkuasa di sana.

Meski didatangkan di saat usianya telah 30 tahun, gelandang Prancis tersebut tetap bermain optimal dan langgeng menjadi starter meski harus bersaing dengan Frank Lampard dan Michael Essien. Selama lima musim membela Chelsea, Makelele sukses mempersembahkan dua trofi Premier League, Piala Liga dan satu titel Piala FA.

4. Teddy Sheringham

Banyak yang bertanya saat Manchester United mendatangkan Teddy Sheringham ke Old Trafford saat usianya telah memasuki angka 31 tahun pada musim panas 1997. Tahu dirinya diremehkan banyak pihak, Sheringham mencoba menampilkan yang terbaik.

Artikel Pilihan di Goals.id
Bepe sapaan akrab Bambang, Sarankan Indonesia Punya NDRC

Tentu yang paling diingat saat ia mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time kala United bertemu Bayern Munich di final LigaChampions 1998-1999. Berkat gol telatnya, United tampil lebih buas dan terbukti David Beckham dan kawan-kawan mampu mencetak gol penentu kemenangan lewat sontekan Ole Gunnar Solskjaer satu menit kemudian.

5. Gary McAllister

Liverpool melakukan aktivitas transfer yang terkesan nyeleneh dengan mendatangkan Gary McAllister dari Coventry City yang saat itu telah berusia 35 tahun pada musim panas 2000. Namun, keputusan pelatih The Reds saat itu, Gerard Houllier pantas diacungi jempol.

McAllister yang biasa beroperasi di lini sentral itu menjadi pemain andalan dengan meraih berbagai trofi bagi Merseyside Merah. Termasuk treble mini Liverpool pada musim pertamanya, yakni Piala Liga, Piala FA dan Piala UEFA –kini Europa League.

6. Michael Ballack

Saat memutuskan hengkang dari Bayern Munich ke Chelsea pada musim panas 2006, karier Michael Ballack dianggap telah habis. Namun, di luar dugaan mantan kapten Timnas Jerman itu berhasil tampil optimal guna berduet dengan Franck Lampard dan Michael Essien di lini tengah The Blues.

Empat musim berada di Stamford Bridge, Ballack yang didatangkan sudah berusia 30 tahun sanggup mengemas beragam gelar bersama Chelsea. Tentu prestasi tertingginya saat membawa The Blues meraih trofi Premier League pada musim 2009-2010.

7. Brad Friedel

Saat berpikiran untuk kembali berkompetisi di negara asalnya, yakni Amerika Serikat, Brad Friedel justru didatangkan Blackburn Rovers pada musim panas 2000, atau beberapa bulan sebelum usianya menginjak 30 tahun.

Selama delapan tahun berada di Ewood Park, Friedel tampil di 300 penampilan di semua ajang. Kekonsistenan permainan itu membuat kiper berkepala plontos dibeli Aston Villa pada 2008, saat ia berusia 38 tahun.

8. Sylvain Distin

Usia bukan halangan bagi pesepakbola untuk terus berkompetisi di level teratas. Itulah yang dirasakan mantan pemain belakang Portsmouth, Sylvain Distin. Berkat permainan lugasnya di lini belakang, salah satu tim ternama di Premier League, Everton merekrutnya pada musim panas 2009, saat itu ia telah berusia 31 tahun.

Benar saja, meski sudah berkepala tiga, bek asal Prancis itu tetap mampu menjalankan semua instruksi dari pelatih. Bahkan, bek muda Everton, John Stones memuji permainan gemilang yang disering ditampilkan Distin di lini belakang. Namun, pada musim panas ini pemain yang telah berusia 37 tahun itu dilepas ke salah tim promosi Premier League, AFC Bournemouth.

Artikel Pilihan di Goals.id
Digoda Bali United, Gelandang Arema Cronus Pilih Bertahan

9. Gareth Barry

Dinilai kariernya sudah habis saat meninggalkan Manchester City saatmenuju Everton pada musim panas 2013, Gareth Barry yang kala itu berusia 32 tahun justru bermain optimal di bawah asuhan pelatih Roberto Martinez. Ia berperan penting membawa Everton finis di posisi lima Premier League pada musim pertamanya berada di Goodison Park.

10. Esteban Cambiasso

Menjadi bagian kesuksesan Inter Milan meraih treble winners pada musim 2009-2010, Esteban Cambiasso dinilai sebagai salah satu sosok kunci dari kesuksesan tersebut. Baru pada musim panas 2014, gelandang asal Argentina hengkang dari Giuseppe Meazza menuju Leicester City.

Meski saat itu telah berusia 33 tahun, Cambiasso masih bisa bersaing di kompetisi elite Premier League. Ia bahkan turun di 35 laga dan mengemas lima gol serta membawa The Foxes bertahan di kasta tertinggi sepakbola Inggris itu

Baca artikel menarik berikutnya...